Selasa, 23 Juni 2015

[035] Faathir Ayat 012

««•»»
Surah Faathir 12

وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
««•»»
wamaa yastawii albahraani haadzaa 'adzbun furaatun saa-ighun syaraabuhu wahaadzaa milhun ujaajun wamin kullin ta/kuluuna lahman thariyyan watastakhrijuuna hilyatan talbasuunahaa wataraa alfulka fiihi mawaakhira litabtaghuu min fadhlihi wala'allakum tasykuruuna
««•»»
Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap dimi- num dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.
««•»»
Not alike are the two seas:[1] this one sweet and agreeable, pleasant to drink, and that one briny and bitter, and from each you eat fresh meat and obtain ornaments which you wear. And you see the ships plowing through them, that you may seek of His grace, and so that you may give thanks.
[1] That is, the body of sweet water and the body of fresh water. The word baḥr, like yamm is used for a large river as well as for the sea (cf. 7:136, 20:78, 28:40, 51:40, where it is used for the Red Sea; and 20:39, 28:7, where it is used for the Nile).
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa ada dua keistimewaan air, masing-masing mempunyai guna sendiri-sendiri dan dari keduanya dapat dinikmati ikan lezat cita rasanya. Yang satu airnya tawar di sungai-sungai melalui desa-desa, kota-kota besar, sedap diminum, menghilangkan dahaga, menyuburkan tanah, menumbuhkan rumput-rumput tanam-tanaman dan pohon-pohonan, perahu-perahu berlayar di atasnya membawa keperluan hidup dari satu tempat ke tempat lain, yang satu lagi airnya asin, daripadanya dapat diambil mutiara dan karang laut yang dijadikan perhiasan, menjadi tempat berlayarnya kapal-kapal besar membawa hasil bumi dan tambang dari satu tempat ke tempat-tempat lain yang jauh, baik di daerah sendiri maupun di luar negeri sebagai barang ekspor atau mendatangkannya dari luar negeri sebagai barang import yang tidak dapat dijangkau oleh perahu-perahu kecil, sebagai dagangan untuk mencari karunia Allah.

Pada akhir ayat ini dijelaskan bahwa hal-hal yang menunjukkan kekuasaan Allah seperti tersebut di atas menundukkan air tawar dan air asin dapat dipergunakan menurut fungsinya masing-masing agar manusia bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya Itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan tiada sama -antara- dua laut; yang ini tawar, segar) sangat tawar (sedap diminum) sedap rasanya (dan yang lain asin lagi pahit) karena terlalu asin. (Dan dari masing-masing) kedua laut itu (kalian dapat memakan daging yang segar) yaitu ikan (dan kalian dapat mengeluarkan) dari laut yang asin, menurut pendapat yang lain dari laut yang tawar juga (perhiasan yang dapat kalian memakainya) yaitu berupa mutiara dan batu Marjan (dan kamu lihat) kamu dapat menyaksikan (bahtera) perahu (padanya) yakni pada masing-masing dari keduanya (dapat berlayar) dapat membelah airnya karena dapat melaju di atasnya; baik maju atau pun mundur hanya dengan satu arah angin (supaya kalian dapat mencari) berupaya mencari (karunia-Nya) karunia Allah swt. melalui berniaga dengan memakai jalan laut (dan supaya kalian bersyukur) kepada Allah atas hal tersebut.
««•»»
Nor are the two [kinds of] seas alike: this one is extremely sweet, pleasant to drink and that one is salty, extremely bitter. Yet from each, of the two, you eat fresh meat, namely, fish, and obtain, from the salt — and it is also said, from both of them — ornaments which you wear, namely, pearls and coral. And you see, you sight, the ships therein, in each of the two [seas], ploughing through (mawākhira, in other words, tamkhuru’l-mā’a, meaning, ‘it cleaves it as it makes its way through it, coming and going by the same wind) that you may seek of His bounty, exalted be He, through commerce, and that perhaps you may give thanks, to God for this [bounty].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net 
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=35&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#35:12


Tidak ada komentar:

Posting Komentar