Selasa, 23 Juni 2015

[035] Faathir Ayat 014

««•»»
Surah Faathir 14

إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ
««•»»
in tad'uuhum laa yasma'uu du'aa-akum walaw sami'uu maa istajaabuu lakum wayawma alqiyaamati yakfuruuna bisyirkikum walaa yunabbi-uka mitslu khabiirin
««•»»
Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan o- leh Yang Maha Mengetahui
{1252}.
{1252} Dalam hal ini ialah Allah s.w.t
««•»»
If you invoke them they will not hear your invocation, and even if they heard they cannot respond to you, and on the Day of Resurrection they will forswear your polytheism, and none can inform you like the One who is all-aware.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa tuhan-tuhan yang mereka perserikatkan dengan Allah tidak dapat mendengar apabila diseru oleh penyembahnya, karena mereka itu adalah benda mati yang tidak bernyawa. Andaikata tuhan-tuhan itu mendengar seruan penyembahnya, maka tuhan-tuhan itu tidak dapat berbuat apa-apa, tidak dapat melayani dan mengabulkan permintaan mereka di Hari Kiamat nanti, tuhan-tuhan itu berlepas diri dari mereka, dan tidak man bertanggung jawab bahkan tuhan-tuhan itu berkata: "Sebenarnya mereka itu tidaklah menyembah kami, tetapi mereka itu menyembah hawa nafsu mereka, dan sesuatu yang dianggap baik menurut ajakan dan bujukan setan.

Sebagaimana firman Allah SWT:
واتخذوا من دون الله آلهة ليكونوا لهم عزا كلا سيكفرون بعبادتهم ويكونون عليهم ضدا
Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.
(QS. Maryam [19]:81-82)

Ayat 14 ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa pemberitaan mengenai tuhan-tuhan mereka yang menjadi sembahan-sembahan mereka adalah benar dan tidak mungkin keliru, karena yang memberitahukannya itu ialah Allah SWT Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu dengan pasti, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, baik di bumi maupun di langit sebagaimana firman Allah SWT:

إن الله لا يخفى عليه شيء في الأرض ولا في السماء
Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.
(QS. Ali Imran [3]:5)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Jika kalian menyeru mereka, tiada mendengar seruanmu, dan kalau mereka mendengar) seumpamanya (mereka tidak dapat memperkenankan permintaan kalian) mereka tidak dapat memenuhi permintaan kalian. (Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikan kalian) disebabkan kalian menyekutukan Allah bersama mereka. Maksudnya, mereka tidak bertanggung jawab terhadap penyembahan kalian kepada mereka (dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepada kalian) tentang keadaan dua negeri yaitu dunia dan akhirat (sebagaimana yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui) yaitu Allah swt. sendiri.
««•»»
If you call on them, they will not hear your call, and [even] if they heard —hypothetically [speaking] — they would not [be able to] respond to you; and on the Day of Resurrection they will disown your [idolatrous] associations, in other words, your associating them with God [in power], that is to say, they will declare themselves innocent of you and of your worship of them. And none can inform you, about the state in the two abodes, like One Who is Aware, Knower, and this is God, exalted be He.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net 
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=35&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#35:14


[035] Faathir Ayat 013

««•»»
Surah Faathir 13

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ
««•»»
yuuliju allayla fii alnnahaari wayuuliju alnnahaara fii allayli wasakhkhara alsysyamsa waalqamara kullun yajrii li-ajalin musamman dzaalikumu allaahu rabbukum lahu almulku waalladziina tad'uuna min duunihi maa yamlikuuna min qithmiirin
««•»»
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan me- nurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.
««•»»
He makes the night pass into the day and makes the day pass into the night, and He has disposed the sun and the moon, each moving for a specified term. That is Allah, your Lord; to Him belongs all sovereignty. As for those whom you invoke besides Him, they do not control so much as the husk of a date stone.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia yang memasukkan malam ke dalam siang, maka jadilah siang itu lebih panjang dari malam, begitu pula sebaliknya Dia memasukkan siang ke dalam malam maka jadilah malam itu lebih panjang dari siang. Silih bergantinya siang dengan malam merupakan suatu rahmat dari Allah SWT. Di waktu siang manusia bekerja mencari rezeki dan di waktu malam dijadikan waktu istirahat untuk melepaskan lelah dan mengumpulkan tenaga-tenaga baru untuk dipergunakan lagi esok harinya.

Dialah yang menundukkan siang dan malam; matahari dan bulan, keduanya beredar menurut ketentuan yang telah digariskan. Tidak satupun di antaranya yang menyalahi ketentuan itu, sehingga tak terjadi tabrakan. ini semua merupakan suatu rahmat dari Allah SWT, karena dengan demikian dapatlah diketahui bilangan tahun dan perhitungan waktu,

sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam ayat yang lain:
هو الذي جعل الشمس ضياء والقمر نورا وقدره منازل لتعلموا عدد السنين والحساب
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkannya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).
(QS. Yunus [10]:5)

Yang melakukan semuanya itu tidak lain hanyalah Allah SWT. Tuhan yang mempunyai kekuasaan yang sempurna, kekuasaan yang mutlak. Dialah Tuhan yang wajib disembah. Semua yang ada di langit dan di bumi adalah hamba-Nya dan di bawah kekuasaan-Nya. Berbeda dengan berhala-berhala yang mereka sembah itu. Sembahan-sembahan mereka itu tidak memiliki sesuatu daya kemampuan sedikitpun, sekalipun setipis kulit ari, bahkan sembahan mereka itu adalah milik Allah SWT Pencipta semesta alam.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dia memasukkan) Allah memasukkan (malam ke dalam siang) sehingga bertambah panjanglah siang (dan memasukkan siang) (ke dalam malam) sehingga waktu malam bertambah panjang (dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing) dari matahari dan bulan itu (berjalan) beredar pada garis edarnya (menurut waktu yang ditentukan) yakni sampai hari kiamat. (Yang -berbuat- demikian itulah Allah Rabb kalian, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kalian seru) yang kalian sembah (selain-Nya) yang dimaksud adalah berhala-berhala (tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari) yakni kulit yang melapisi biji.
««•»»
He, God, makes the night pass, enter, into the day, so that it becomes longer, and He makes the day pass into the night, so that it becomes longer, and He has disposed the sun and the moon, each, of them, moving, in its course, to an appointed term — [to] the Day of Resurrection. That is God, your Lord; to Him belongs [all] sovereignty. As for those on whom you call, [whom] you worship, besides Him, in other words, other than Him — and they are the idols — they do not possess [even] so much as the husk of a date-stone.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net 
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=35&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#35:13


[035] Faathir Ayat 012

««•»»
Surah Faathir 12

وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
««•»»
wamaa yastawii albahraani haadzaa 'adzbun furaatun saa-ighun syaraabuhu wahaadzaa milhun ujaajun wamin kullin ta/kuluuna lahman thariyyan watastakhrijuuna hilyatan talbasuunahaa wataraa alfulka fiihi mawaakhira litabtaghuu min fadhlihi wala'allakum tasykuruuna
««•»»
Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap dimi- num dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.
««•»»
Not alike are the two seas:[1] this one sweet and agreeable, pleasant to drink, and that one briny and bitter, and from each you eat fresh meat and obtain ornaments which you wear. And you see the ships plowing through them, that you may seek of His grace, and so that you may give thanks.
[1] That is, the body of sweet water and the body of fresh water. The word baḥr, like yamm is used for a large river as well as for the sea (cf. 7:136, 20:78, 28:40, 51:40, where it is used for the Red Sea; and 20:39, 28:7, where it is used for the Nile).
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa ada dua keistimewaan air, masing-masing mempunyai guna sendiri-sendiri dan dari keduanya dapat dinikmati ikan lezat cita rasanya. Yang satu airnya tawar di sungai-sungai melalui desa-desa, kota-kota besar, sedap diminum, menghilangkan dahaga, menyuburkan tanah, menumbuhkan rumput-rumput tanam-tanaman dan pohon-pohonan, perahu-perahu berlayar di atasnya membawa keperluan hidup dari satu tempat ke tempat lain, yang satu lagi airnya asin, daripadanya dapat diambil mutiara dan karang laut yang dijadikan perhiasan, menjadi tempat berlayarnya kapal-kapal besar membawa hasil bumi dan tambang dari satu tempat ke tempat-tempat lain yang jauh, baik di daerah sendiri maupun di luar negeri sebagai barang ekspor atau mendatangkannya dari luar negeri sebagai barang import yang tidak dapat dijangkau oleh perahu-perahu kecil, sebagai dagangan untuk mencari karunia Allah.

Pada akhir ayat ini dijelaskan bahwa hal-hal yang menunjukkan kekuasaan Allah seperti tersebut di atas menundukkan air tawar dan air asin dapat dipergunakan menurut fungsinya masing-masing agar manusia bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya Itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan tiada sama -antara- dua laut; yang ini tawar, segar) sangat tawar (sedap diminum) sedap rasanya (dan yang lain asin lagi pahit) karena terlalu asin. (Dan dari masing-masing) kedua laut itu (kalian dapat memakan daging yang segar) yaitu ikan (dan kalian dapat mengeluarkan) dari laut yang asin, menurut pendapat yang lain dari laut yang tawar juga (perhiasan yang dapat kalian memakainya) yaitu berupa mutiara dan batu Marjan (dan kamu lihat) kamu dapat menyaksikan (bahtera) perahu (padanya) yakni pada masing-masing dari keduanya (dapat berlayar) dapat membelah airnya karena dapat melaju di atasnya; baik maju atau pun mundur hanya dengan satu arah angin (supaya kalian dapat mencari) berupaya mencari (karunia-Nya) karunia Allah swt. melalui berniaga dengan memakai jalan laut (dan supaya kalian bersyukur) kepada Allah atas hal tersebut.
««•»»
Nor are the two [kinds of] seas alike: this one is extremely sweet, pleasant to drink and that one is salty, extremely bitter. Yet from each, of the two, you eat fresh meat, namely, fish, and obtain, from the salt — and it is also said, from both of them — ornaments which you wear, namely, pearls and coral. And you see, you sight, the ships therein, in each of the two [seas], ploughing through (mawākhira, in other words, tamkhuru’l-mā’a, meaning, ‘it cleaves it as it makes its way through it, coming and going by the same wind) that you may seek of His bounty, exalted be He, through commerce, and that perhaps you may give thanks, to God for this [bounty].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net 
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=35&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#35:12