Minggu, 09 Agustus 2015

[035] Faathir Ayat 015

««•»»
[035] Faathir Ayat 015
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net 
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=35&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#35:15


Selasa, 23 Juni 2015

[035] Faathir Ayat 014

««•»»
Surah Faathir 14

إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ
««•»»
in tad'uuhum laa yasma'uu du'aa-akum walaw sami'uu maa istajaabuu lakum wayawma alqiyaamati yakfuruuna bisyirkikum walaa yunabbi-uka mitslu khabiirin
««•»»
Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan o- leh Yang Maha Mengetahui
{1252}.
{1252} Dalam hal ini ialah Allah s.w.t
««•»»
If you invoke them they will not hear your invocation, and even if they heard they cannot respond to you, and on the Day of Resurrection they will forswear your polytheism, and none can inform you like the One who is all-aware.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa tuhan-tuhan yang mereka perserikatkan dengan Allah tidak dapat mendengar apabila diseru oleh penyembahnya, karena mereka itu adalah benda mati yang tidak bernyawa. Andaikata tuhan-tuhan itu mendengar seruan penyembahnya, maka tuhan-tuhan itu tidak dapat berbuat apa-apa, tidak dapat melayani dan mengabulkan permintaan mereka di Hari Kiamat nanti, tuhan-tuhan itu berlepas diri dari mereka, dan tidak man bertanggung jawab bahkan tuhan-tuhan itu berkata: "Sebenarnya mereka itu tidaklah menyembah kami, tetapi mereka itu menyembah hawa nafsu mereka, dan sesuatu yang dianggap baik menurut ajakan dan bujukan setan.

Sebagaimana firman Allah SWT:
واتخذوا من دون الله آلهة ليكونوا لهم عزا كلا سيكفرون بعبادتهم ويكونون عليهم ضدا
Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.
(QS. Maryam [19]:81-82)

Ayat 14 ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa pemberitaan mengenai tuhan-tuhan mereka yang menjadi sembahan-sembahan mereka adalah benar dan tidak mungkin keliru, karena yang memberitahukannya itu ialah Allah SWT Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu dengan pasti, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, baik di bumi maupun di langit sebagaimana firman Allah SWT:

إن الله لا يخفى عليه شيء في الأرض ولا في السماء
Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.
(QS. Ali Imran [3]:5)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Jika kalian menyeru mereka, tiada mendengar seruanmu, dan kalau mereka mendengar) seumpamanya (mereka tidak dapat memperkenankan permintaan kalian) mereka tidak dapat memenuhi permintaan kalian. (Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikan kalian) disebabkan kalian menyekutukan Allah bersama mereka. Maksudnya, mereka tidak bertanggung jawab terhadap penyembahan kalian kepada mereka (dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepada kalian) tentang keadaan dua negeri yaitu dunia dan akhirat (sebagaimana yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui) yaitu Allah swt. sendiri.
««•»»
If you call on them, they will not hear your call, and [even] if they heard —hypothetically [speaking] — they would not [be able to] respond to you; and on the Day of Resurrection they will disown your [idolatrous] associations, in other words, your associating them with God [in power], that is to say, they will declare themselves innocent of you and of your worship of them. And none can inform you, about the state in the two abodes, like One Who is Aware, Knower, and this is God, exalted be He.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net 
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=35&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#35:14


[035] Faathir Ayat 013

««•»»
Surah Faathir 13

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ
««•»»
yuuliju allayla fii alnnahaari wayuuliju alnnahaara fii allayli wasakhkhara alsysyamsa waalqamara kullun yajrii li-ajalin musamman dzaalikumu allaahu rabbukum lahu almulku waalladziina tad'uuna min duunihi maa yamlikuuna min qithmiirin
««•»»
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan me- nurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.
««•»»
He makes the night pass into the day and makes the day pass into the night, and He has disposed the sun and the moon, each moving for a specified term. That is Allah, your Lord; to Him belongs all sovereignty. As for those whom you invoke besides Him, they do not control so much as the husk of a date stone.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia yang memasukkan malam ke dalam siang, maka jadilah siang itu lebih panjang dari malam, begitu pula sebaliknya Dia memasukkan siang ke dalam malam maka jadilah malam itu lebih panjang dari siang. Silih bergantinya siang dengan malam merupakan suatu rahmat dari Allah SWT. Di waktu siang manusia bekerja mencari rezeki dan di waktu malam dijadikan waktu istirahat untuk melepaskan lelah dan mengumpulkan tenaga-tenaga baru untuk dipergunakan lagi esok harinya.

Dialah yang menundukkan siang dan malam; matahari dan bulan, keduanya beredar menurut ketentuan yang telah digariskan. Tidak satupun di antaranya yang menyalahi ketentuan itu, sehingga tak terjadi tabrakan. ini semua merupakan suatu rahmat dari Allah SWT, karena dengan demikian dapatlah diketahui bilangan tahun dan perhitungan waktu,

sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam ayat yang lain:
هو الذي جعل الشمس ضياء والقمر نورا وقدره منازل لتعلموا عدد السنين والحساب
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkannya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).
(QS. Yunus [10]:5)

Yang melakukan semuanya itu tidak lain hanyalah Allah SWT. Tuhan yang mempunyai kekuasaan yang sempurna, kekuasaan yang mutlak. Dialah Tuhan yang wajib disembah. Semua yang ada di langit dan di bumi adalah hamba-Nya dan di bawah kekuasaan-Nya. Berbeda dengan berhala-berhala yang mereka sembah itu. Sembahan-sembahan mereka itu tidak memiliki sesuatu daya kemampuan sedikitpun, sekalipun setipis kulit ari, bahkan sembahan mereka itu adalah milik Allah SWT Pencipta semesta alam.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dia memasukkan) Allah memasukkan (malam ke dalam siang) sehingga bertambah panjanglah siang (dan memasukkan siang) (ke dalam malam) sehingga waktu malam bertambah panjang (dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing) dari matahari dan bulan itu (berjalan) beredar pada garis edarnya (menurut waktu yang ditentukan) yakni sampai hari kiamat. (Yang -berbuat- demikian itulah Allah Rabb kalian, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kalian seru) yang kalian sembah (selain-Nya) yang dimaksud adalah berhala-berhala (tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari) yakni kulit yang melapisi biji.
««•»»
He, God, makes the night pass, enter, into the day, so that it becomes longer, and He makes the day pass into the night, so that it becomes longer, and He has disposed the sun and the moon, each, of them, moving, in its course, to an appointed term — [to] the Day of Resurrection. That is God, your Lord; to Him belongs [all] sovereignty. As for those on whom you call, [whom] you worship, besides Him, in other words, other than Him — and they are the idols — they do not possess [even] so much as the husk of a date-stone.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net 
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=35&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#35:13


[035] Faathir Ayat 012

««•»»
Surah Faathir 12

وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
««•»»
wamaa yastawii albahraani haadzaa 'adzbun furaatun saa-ighun syaraabuhu wahaadzaa milhun ujaajun wamin kullin ta/kuluuna lahman thariyyan watastakhrijuuna hilyatan talbasuunahaa wataraa alfulka fiihi mawaakhira litabtaghuu min fadhlihi wala'allakum tasykuruuna
««•»»
Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap dimi- num dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.
««•»»
Not alike are the two seas:[1] this one sweet and agreeable, pleasant to drink, and that one briny and bitter, and from each you eat fresh meat and obtain ornaments which you wear. And you see the ships plowing through them, that you may seek of His grace, and so that you may give thanks.
[1] That is, the body of sweet water and the body of fresh water. The word baḥr, like yamm is used for a large river as well as for the sea (cf. 7:136, 20:78, 28:40, 51:40, where it is used for the Red Sea; and 20:39, 28:7, where it is used for the Nile).
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa ada dua keistimewaan air, masing-masing mempunyai guna sendiri-sendiri dan dari keduanya dapat dinikmati ikan lezat cita rasanya. Yang satu airnya tawar di sungai-sungai melalui desa-desa, kota-kota besar, sedap diminum, menghilangkan dahaga, menyuburkan tanah, menumbuhkan rumput-rumput tanam-tanaman dan pohon-pohonan, perahu-perahu berlayar di atasnya membawa keperluan hidup dari satu tempat ke tempat lain, yang satu lagi airnya asin, daripadanya dapat diambil mutiara dan karang laut yang dijadikan perhiasan, menjadi tempat berlayarnya kapal-kapal besar membawa hasil bumi dan tambang dari satu tempat ke tempat-tempat lain yang jauh, baik di daerah sendiri maupun di luar negeri sebagai barang ekspor atau mendatangkannya dari luar negeri sebagai barang import yang tidak dapat dijangkau oleh perahu-perahu kecil, sebagai dagangan untuk mencari karunia Allah.

Pada akhir ayat ini dijelaskan bahwa hal-hal yang menunjukkan kekuasaan Allah seperti tersebut di atas menundukkan air tawar dan air asin dapat dipergunakan menurut fungsinya masing-masing agar manusia bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya Itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan tiada sama -antara- dua laut; yang ini tawar, segar) sangat tawar (sedap diminum) sedap rasanya (dan yang lain asin lagi pahit) karena terlalu asin. (Dan dari masing-masing) kedua laut itu (kalian dapat memakan daging yang segar) yaitu ikan (dan kalian dapat mengeluarkan) dari laut yang asin, menurut pendapat yang lain dari laut yang tawar juga (perhiasan yang dapat kalian memakainya) yaitu berupa mutiara dan batu Marjan (dan kamu lihat) kamu dapat menyaksikan (bahtera) perahu (padanya) yakni pada masing-masing dari keduanya (dapat berlayar) dapat membelah airnya karena dapat melaju di atasnya; baik maju atau pun mundur hanya dengan satu arah angin (supaya kalian dapat mencari) berupaya mencari (karunia-Nya) karunia Allah swt. melalui berniaga dengan memakai jalan laut (dan supaya kalian bersyukur) kepada Allah atas hal tersebut.
««•»»
Nor are the two [kinds of] seas alike: this one is extremely sweet, pleasant to drink and that one is salty, extremely bitter. Yet from each, of the two, you eat fresh meat, namely, fish, and obtain, from the salt — and it is also said, from both of them — ornaments which you wear, namely, pearls and coral. And you see, you sight, the ships therein, in each of the two [seas], ploughing through (mawākhira, in other words, tamkhuru’l-mā’a, meaning, ‘it cleaves it as it makes its way through it, coming and going by the same wind) that you may seek of His bounty, exalted be He, through commerce, and that perhaps you may give thanks, to God for this [bounty].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net 
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=35&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#35:12


Selasa, 19 Mei 2015

[035] Faathir Ayat 011

««•»»
Surah Faathir 11

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ وَلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلَّا فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
««•»»
waallaahu khalaqakum min turaabin tsumma min nuthfatin tsumma ja'alakum azwaajan wamaa tahmilu min untsaa walaa tadha'u illaa bi'ilmihi wamaa yu'ammaru min mu'ammarin walaa yunqashu min 'umurihi illaa fii kitaabin inna dzaalika 'alaa allaahi yasiirun
««•»»
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan me- lainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.
««•»»
Allah created you from dust, then from a drop of [seminal] fluid, then He made you mates.[1] No female conceives or delivers except with His knowledge, and no elderly person advances in years, nor is anything diminished of his life, but it is [recorded] in a Book. That is indeed easy for Allah.
[1] That is, male and female.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan kejadian Adam yang menjadi nenek moyang manusia dijadikan oleh Allah SWT langsung dari tanah, kemudian keturunannya dijadikan dari mani yang pada hakikatnya juga berasal dari tanah, karena mani itu berasal dari makanan dan makanan yang berupa beras, sayur-sayuran dan lain-lain berasal dari tanah. Kemudian mereka dijadikan berpasang-pasangan, terdiri dari laki-laki dan wanita. Tidak seorang perempuan yang mengandung atau melahirkan kecuali semuanya diketahui oleh Allah SWT, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya.

Sejalan dengan ayat ini Allah SWT, berfirman:
الله يعلم ما تحمل كل أنثى وما تغيض الأرحام وما تزداد وكل شيء عنده بمقدار عالم الغيب والشهادة الكبير المتعال
Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.
(QS. Ar Ra'ad [13]:8-9)

Tidak seorangpun yang telah ditetapkan berumur panjang, kecuali telah ditetapkan Allah lebih dahulu dan tertulis di Lohmahfuz, tidak akan bertambah dan tidak akan berkurang. Begitu pula orang yang telah ditetapkan berumur pendek, tidak akan lebih panjang dan tidak lebih pendek demi untuk menjaga keseimbangan di bumi supaya kemakmuran tertib jalannya. Yang demikian itu bagi Allah adalah mudah, karena Dia mengetahui segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Allah menciptakan kalian dari tanah) yaitu menciptakan Adam dari tanah liat (kemudian dari air mani) lalu Dia menciptakan anak cucunya dari air mani (kemudian Dia menjadikan kalian berpasang-pasang) terdiri dari kaum pria dan wanita. (Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak pula melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya) lafal Bi`ilmihi berkedudukan menjadi Hal atau kata keterangan keadaan, yakni telah diketahui oleh-Nya. (Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang) tidak diperpanjang (dan tidak pula dikurangi umurnya) yakni orang yang diberi umur panjang itu (melainkan tercatat dalam Kitab) di Lohmahfuz (Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah) amat gampang.
««•»»
And God created you from dust, by having created your father Adam from it, then from a drop of [seminal] fluid, in other words, from sperm, by creating his seed from it; then He made you pairs, males and females. And no female bears or brings forth except with His knowledge (illā bi-‘ilmihi is a circumstantial qualifier, in other words, ‘[except] that it is known by Him’) and no long-living person is given long life, in other words, the life of none is increased for one who has a long life, nor is anything diminished of his life, in other words, [of the life of] that same long-living person or some other long-living person, but it is [recorded] in a Book, namely, the Preserved Tablet. Surely that is easy for God.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net 
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=35&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#35:11


Jumat, 15 Mei 2015

[035] Faathir Ayat 010

««•»»
Surah Faathir 10

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ
««•»»
man kaana yuriidu al'izzata falillaahi al'izzatu jamii'an ilayhi yash'adu alkalimu alththhayyibu waal'amalu alshshaalihu yarfa'uhu waalladziina yamkuruuna alssayyi-aati lahum 'adzaabun syadiidun wamakru ulaa-ika huwa yabuuru
««•»»
Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuli- aan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik {1250} dan amal yang saleh dinaikkan-Nya {1251}. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana ja- hat mereka akan hancur.
{1250} Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa Perkataan yang baik itu ialah kalimat tauhid Yaitu laa ilaa ha illallaah; dan ada pula yang mengatakan zikir kepada Allah dan ada pula yang mengatakan semua Perkataan yang baik yang diucapkan karena Allah.
{1251} Maksudnya ialah bahwa Perkataan baik dan amal yang baik itu dinaikkan untuk diterima dan diberi-Nya pahala.
««•»»
Whoever seeks honour[1] [should know that] honour entirely belongs to Allah. To Him ascends the good word, and He elevates righteous conduct;[2] as for those who devise evil schemes, there is a severe punishment for them, and their plotting shall come to naught.
[1] The word ʿizzah in Arabic has a composite meaning including the senses of honour, prestige, glory and might.
[2] Or ‘righteous conduct elevates it.’
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa barangsiapa ingin mendapat kemuliaan di dunia dan di akhirat, hendaklah ia senantiasa taat kepada Allah SWT. Karena semua kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat adalah kepunyaan Allah SWT. Dialah yang menerima perkataan-perkataan yang baik seperti tauhid, zikir, membaca Alquran dan lainnya, begitu pula amal-amal yang baik yang disertai dengan keikhlasan akan diberi pahala oleh Allah SWT. Sesuatu amal baik berupa perkataan maupun perbuatan yang dilakukan tanpa ikhlas tidak akan berpahala, bahkan akan mendapat azab. Ibadat salat, zakat dan amal-amal baik yang lain apabila dilakukan dengan riya' yakani dikerjakan bukan untuk mencari keridaan Allah tetapi mencari pujian atau ketenaran di masyarakat tidak akan diterima oleh Allah SWT,

sebagai firman Allah SWT:
فويل للمصلين الذين هم عن صلاتهم ساهون الذين هم يراءون ويمنعون الماعون
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat ria dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
(QS. Al Ma'un [107]:4-7)

Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan terhadap. orang-orang Islam, seperti merencanakan suatu hal yang akan menyebabkan mundurnya Islam atau kurang mendapat perhatian dari masyarakat dan lain-lain seperti halnya orang-orang kafir Quraisy dahulu yang merencanakan akan menangkap Rasulullah lalu membunuhnya atau mengasingkannya di suatu tempat yang jauh dari tempat tumpah darahnya, karena dengan demikian Islam akan menjadi lemah bahkan akan hilang lenyap di permukaan bumi menurut dugaan mereka. Itulah sebabnya maka mereka itu mendapat siksa yang keras di Hari Kiamat dan rencana buruknya akan hancur berantakan tak mencapai sasarannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allahlah kemuliaan itu semuanya) di dunia dan di akhirat, maka kemuliaan itu tidak akan dapat diraih melainkan dengan jalan taat kepada-Nya, oleh karenanya taatlah kepada-Nya. (Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik) yang telah dipermaklumkan oleh-Nya, yaitu kalimat "Laa Ilaaha Illallaah", artinya, "Tidak ada Tuhan selain Allah", dan kalimat-kalimat yang baik lainnya (dan amal saleh dinaikkan-Nya) diterima oleh-Nya. (Dan orang-orang yang merencanakan) membuat rencana makar (kejahatan) terhadap diri Nabi di Darun Nadwah, yaitu untuk mengikatnya, atau membunuhnya atau mengusirnya, sebagaimana keterangan yang telah disebutkan dalam surah Al-Anfal (bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur) yakni akan berantakan.
««•»»
Whoever desires glory [should know that] all glory belongs to God, in this world and in the Hereafter, and it cannot be obtained from Him except through obedience to Him, so let such [a one] be obedient to Him. To Him ascends good words, that is to say, He is aware of such [good words], and these are [statements such as] ‘there is no god except God’ and the like; and as for righteous action, He exalts it, He accepts it; but those who plot evil, schemes against the Prophet — [as was the case] at the council assembly, in the way of imprisoning him, killing him or expelling him, as mentioned in [sūrat] al-Anfāl [Q. 8:30] — theirs shall be a severe chastisement and their plotting shall come to nothing: it shall be ruined.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net 
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=35&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#35:10


Selasa, 21 April 2015

[035] Faathir Ayat 009

««•»»
Surah Faathir 9

وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَى بَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا كَذَلِكَ النُّشُورُ
««•»»
waallaahu alladzii arsala alrriyaaha fatutsiiru sahaaban fasuqnaahu ilaa baladin mayyitin fa-ahyaynaa bihi al-ardha ba'da mawtihaa kadzaalika alnnusyuuru
««•»»
Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerak- kan awan, maka Kami halau awan itu kesuatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.
««•»»
It is Allah who sends the winds and they raise a cloud; then We drive it toward a dead land and with it revive the earth after its death. Likewise will be the resurrection [of the dead].
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia-lah Yang menciptakan angin kemudian angin itulah yang menggerakkan awan yang tebal yang mengandung air kemudian membawanya ke bumi yang tandus, dan menurunkan hujan. Dengan turunnya air hujan ke bumi yang mati itu yang tidak ada pepohonan sedikitpun di atasnya, beralihlah ia menjadi subur. Juga menumbuhkan buah-buahan yang bermacam-macam dan beraneka ragam cita rasanya. Demikianlah Allah SWT menghidupkan bumi sesudah mati dengan hujan yang turun dari awan. Kalau manusia man mempergunakan akalnya dan memikirkan sungguh-sungguh tanda kekuasaan Allah SWT seperti kejadian yang tersebut di atas, tentu ia akan sampai kepada suatu kesimpulan bahwa Allah SWT yang berkuasa menghidupkan tanah yang mati, tentunya kuasa pula menghidupkan manusia yang sudah mati sekalipun telah hancur, tulang-belulangnya berserakan.

Diriwayatkan dari Abu Zarrin bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw tentang bagaimana caranya Allah SWT menghidupkan orang mati dan apa tanda-tanda pada makhluknya. Rasulullah saw menjawab, wahai Abu Zarrin pernahkah engkau melalui suatu lembah kaummu yang gersang kemudian engkau melaluinya lagi dengan keadaan subur menghijau. Berkata Abu Zarrin: "Pernah". Berkata Rasulullah saw: "Begitulah Allah SWT menghidupkan orang yang sudah mati".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin) menurut qiraat yang lain dibaca Ar Riih dalam bentuk Mufrad (lalu angin itu menggerakkan awan) lafal Mudhari' di sini untuk menceritakan keadaan di masa lalu, maksudnya angin itu menggerakkannya (lalu Kami halau awan itu) di dalam ungkapan ayat ini terkandung Iltifat dari dhamir Gaib (ke suatu negeri yang mati) tanah yang tandus yang tidak ada tumbuh-tumbuhannya. Dapat dibaca Mayyitin atau Mayitin (lalu Kami hidupkan dengan hujan itu bumi) yang dikenainya (setelah matinya) setelah ia mengalami kekeringan, yaitu Kami tumbuhkan padanya tumbuh-tumbuhan dan rumput-rumputan. (Demikianlah kebangkitan itu) cara membangkitkan yang mati menjadi hidup kembali.
««•»»
And it is God Who unleashes the winds (al-riyāha: a variant reading has al-rīha) and they raise clouds (fa-tuthīru’l-sahāba: the imperfect tense here is used to narrate the past), that is, they stir them up, then We drive them (there is a shift here from the third person [to the first person] address) to a dead land (read mayyitin or maytin), wherein is no plant life, and therewith revive the earth, of that land, after it has been dead, [after] its having been dried-out. In other words, We made seeds and grass grow in it: Such will be the Raising, that is, the Resurrection and the bringing [of the dead] back to life.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.nethttp://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=35&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#35:9